Bacaan: Kejadian 13:1-10
Sama dengan kebanyakan orang dalam menjatuhkan pilihan berdasarkan apa yang tampak di mata, demikian halnya dengan Lot yang melihat betapa suburnya rumput yang berada di wilayah Lembah Yordan. Jika dilihat dari sisi ekonomi, wilayah Yordan sangat menarik hati siapa pun juga. Karena daerah tersebut bukan hanya terkenal sangat subur dan banyak airnya, tetapi juga sangat indah seperti taman surgawi. Sepertinya Lot tidak memperhitungkan kondisi social dan karakter penduduk yang tinggal di sekitar Lembah Yordan. Lembah tersebut sangat dekat dengan daerah Sodom dan Gomora. Penduduknya pun sangat jahat dan mereka tidak malu atau segan melakukan perbuatan melawan terhadap Tuhan. Itu sebabnya, kedekatan dengan sumber kejahatan dapat menjadi ancaman terbesar Lot di kemudian hari. Apa yang kelihatannya menguntungkan bisa jadi menghancurkan. Karena itu, kita harus berhati-hati agar kita tidak tergoda oleh apa yang kita lihat. Tentu saja, Lot pada waktu itu tidak tahu bahwa orang Sodom sangat jahat dan berdosa terhadap Tuhan. Langkah Lot yang diambilnya berdasarkan apa yang ia lihat, ternyata merupakan kesalahan dengan konsekuensi besar. Kisah Lot menjadi peringatan bagi kita. Apa yang terlihat sering kali merupakan sesuatu yang semu. Saat memilih, janganlah kita hanya mengandalkan hal lahiriah.
Abram sendiri tidak begitu sejalan dengan hasrat dan kemauan seperti yang dimiliki Lot. Bagi dia tidak menjadi soal apakah tempat yang akan didiaminya itu subur atau tidak. Sebab ia memegang janji Allah, yaitu bahwa keturunannya akan banyak seperti debu tanah, dan seluruh keempat penjuru wilayah yang bisa dilihat oleh Abram akan diberikan Tuhan kepada Abram dan keturunannya. Abram bersandar kepada Tuhan dan sedapat mungkin berusaha untuk menghindari konflik. Bagi dia, berkat dan penyertaan Allah adalah kriteria terpenting dalam memilih tempat. Kembali kita bisa renungkan di saat kita hendak mengambil keputusan, kriteria apakah yang paling penting, apakah mementingkan keuntungan yang bisa diraih atau yang mementingkan kehendak Tuhan. Pada masa kini, untuk mendapat lebih banyak keuntungan, banyak orang memilih untuk melakukan kejahatan, Tiba saatnya hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Saat dihadapkan kepada suatu pilihan, apakah berani bertekad untuk memilih apa yang berkenan kepada Allah atau Anda memilih berdasarkan apa yang lebih banyak mendatangkan keuntungan. Ada saat saat tertentu dimana Tuhan menuntut kita untuk mengalah dan menyerahkan segalanya kepada Allah. Disaat kita memilih untuk mengalah, maka kita akan belajar dan melihat bagaimana Tuhan bekerja dengan luar biasa dalam kehidupan kita. Kita akan melihat pembelaan Tuhan bagi kita. Kita tidak harus selalu bersandar kepada kesempatan. Kesempatan yang baik itu tentu harus digunakan dengan baik untuk kepentingan bersama. Jangan mementingkan diri sendiri tetapi pikirkan juga kepentingan orang lain. Selalu didalam mengambil keputusan, motivasi kita harus baik. Karena didalam kekalahan, kita akan menuai kemenangan. Tuhan memberkati kita. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar