Senin, 10 Februari 2025

KETAKUTAN DAN DAMPAKNYA

 Bahan Bacaan: Hakim-hakim 15: 9-20

Jika dikaji lebih mendalam, musuh terbesar manusia bukanlah sesama yang terkuat, mereka yang terpintar, atau yang tercerdik. Musuh utama manusia adalah ketakutannya sendiri. Ketakutan adalah tanggapan awal dan terutama seseorang terhadap hadirnya bahaya terhadap fisik dan emosional. Rasa takut membuat seseorang seakan-akan tidak bisa melindungi diri sendiri, akan bahaya yang mengancam dihadapannya. Ketika seseorang merasa takut, maka pikiran dan tubuhnya berjalan atau bergerak sangat cepat. Pengaruhnya tidak hanya pada respon biologis saja, seperti jantung berdetak kencang, pusing, keringat panas dingin, tetapi juga berpengaruh pada mental dan tindakan yang diambil.

Itulah yang dialami oleh suku Yehuda ketika orang Filistin yang marah karena ladang gandum mereka yang siap panen dibakar oleh Simson. Simson meluapkan kemarahannya karena ia dilarang bertemu dengan istrinya, bahkan istrinya diserahkan kepada orang lain. Orang Yehuda merasa takut jikalau orang Filistin menyerang mereka, karena itu mereka datang kepada Simson. Ketakutan dirasakan oleh orang-orang Yehuda saat mereka didatangi orang Filistin yang sedang mencari Simson. Untuk mencari rasa aman supaya orang Filistin tidak menyerang Yehuda, maka tiga ribu orang suku Yehuda mendatangi gua di gunung batu Etam tempat Simson berada, mereka ingin menyerahkan Simson kepada orang Filistin. Tidak seperti orang-orang Yehuda yang ketakutan mencari aman dari pasukan Filistin, Simson justru berani diikat dan diserahkan kepada pasukan Filistin di Lehi. Tetapi Allah tidak meninggalkan Simson sendirian, Roh Tuhan berkuasa atas Simson sehingga dia dengan mudah melepaskan ikatan di tangan dan badannya. Dengan sebuah tulang rahang keledai sebagai senjata, Simson berhasil mengalahkan seribu pasukan Filistin. Tidak hanya kemenangan yang diberikan, penyertaan Allah juga ditunjukkan saat Simson kelelahan dan merasakan kehausan setelah melawan orang Filistin, Allah membelah liang batu dan keluar air untuk diminum oleh Simson yang membuat dia kuat dan segar kembali.

Banyak hal menjadi penyebab orang merasa takut menjalani kehidupan. Takut jika harapan dan cita-citanya tidak tercapai. Atau kalau harapannya yang sudah tercapai, semua akan hilang dan hidupnya menjadi susah. Karena ketakutannya, ada orang yang tidak berani melakukan sesuatu, atau ada juga orang yang menghalalkan segala cara meski hal itu merugikan orang lain bahkan tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kita meyakini bahwa Allah juga turut berkerja dalam segala situasi, termasuk di dalam situasi yang menakutkan sekalipun. Kita manusia memang penuh dengan keterbatasan, tetapi yakinlah bahwa jika Roh Allah bekerja atas diri orang percaya maka tidak ada sesuatu yang mustahil untuk bisa kita lakukan. Mari tetap andalkan Tuhan dalam hidup ini. Jangan biarkan ketakutan masih menguasai hidup kita. Hendaknya kita bangkit dari ketakutan, kita ganti dengan percaya kepada Tuhan. Iman kepada Tuhan itulah yang menjadikan kita mampu melewati segala perkara dalam hidup kita. Bukan karena kuat dan gagah kita namun karena kuasa Tuhan dalam hidup kita. Beriman kepada Tuhan. Itulah yang utama dalam hidup kita. Iman itulah yang memandu kita dalam hidup kita, bahkan ketika kita sedang terpuruk sekalipun. Tuhan memberkati kita. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar