Bahan Bacaan: Hakim-hakim 15: 9-20
Jika
dikaji lebih mendalam, musuh terbesar manusia bukanlah sesama yang terkuat, mereka
yang terpintar, atau yang tercerdik. Musuh utama manusia adalah ketakutannya
sendiri. Ketakutan adalah tanggapan awal dan terutama
seseorang terhadap hadirnya bahaya terhadap fisik dan emosional. Rasa takut
membuat seseorang seakan-akan tidak bisa melindungi diri sendiri, akan bahaya
yang mengancam dihadapannya. Ketika seseorang merasa takut, maka pikiran dan
tubuhnya berjalan atau bergerak sangat cepat. Pengaruhnya tidak hanya pada
respon biologis saja, seperti jantung berdetak kencang, pusing, keringat panas
dingin, tetapi juga berpengaruh pada mental dan tindakan yang diambil.
Itulah
yang dialami oleh suku Yehuda ketika orang Filistin yang marah karena ladang
gandum mereka yang siap panen dibakar oleh Simson. Simson meluapkan
kemarahannya karena ia dilarang bertemu dengan istrinya, bahkan istrinya
diserahkan kepada orang lain. Orang Yehuda merasa takut jikalau orang Filistin
menyerang mereka, karena itu mereka datang kepada Simson. Ketakutan
dirasakan oleh orang-orang Yehuda saat mereka didatangi orang Filistin yang
sedang mencari Simson. Untuk mencari rasa aman supaya orang Filistin tidak
menyerang Yehuda, maka tiga ribu orang suku Yehuda mendatangi gua di gunung
batu Etam tempat Simson berada, mereka ingin menyerahkan Simson kepada orang Filistin.
Tidak seperti orang-orang Yehuda yang ketakutan mencari aman dari pasukan
Filistin, Simson justru berani diikat dan diserahkan kepada pasukan Filistin di
Lehi. Tetapi Allah tidak meninggalkan Simson sendirian, Roh Tuhan berkuasa atas
Simson sehingga dia dengan mudah melepaskan ikatan di tangan dan badannya.
Dengan sebuah tulang rahang keledai sebagai senjata, Simson berhasil
mengalahkan seribu pasukan Filistin. Tidak hanya kemenangan yang diberikan,
penyertaan Allah juga ditunjukkan saat Simson kelelahan dan merasakan kehausan
setelah melawan orang Filistin, Allah membelah liang batu dan keluar air untuk
diminum oleh Simson yang membuat dia kuat dan segar kembali.
Banyak hal menjadi penyebab orang merasa takut menjalani kehidupan.
Takut jika harapan dan cita-citanya tidak tercapai. Atau kalau harapannya yang sudah
tercapai, semua akan hilang dan hidupnya menjadi susah. Karena ketakutannya,
ada orang yang tidak berani melakukan sesuatu, atau ada juga orang yang
menghalalkan segala cara meski hal itu merugikan orang lain bahkan tidak sesuai
dengan kehendak Tuhan. Kita meyakini bahwa Allah juga turut berkerja dalam
segala situasi, termasuk di dalam situasi yang menakutkan sekalipun. Kita
manusia memang penuh dengan keterbatasan, tetapi yakinlah bahwa jika Roh Allah
bekerja atas diri orang percaya maka tidak ada sesuatu yang mustahil untuk bisa
kita lakukan. Mari tetap andalkan Tuhan dalam hidup ini. Jangan biarkan ketakutan masih menguasai hidup kita. Hendaknya kita
bangkit dari ketakutan, kita ganti dengan percaya kepada Tuhan. Iman kepada
Tuhan itulah yang menjadikan kita mampu melewati segala perkara dalam hidup
kita. Bukan karena kuat dan gagah kita namun karena kuasa Tuhan dalam hidup
kita. Beriman kepada Tuhan. Itulah yang utama dalam hidup kita. Iman itulah
yang memandu kita dalam hidup kita, bahkan ketika kita sedang terpuruk
sekalipun. Tuhan memberkati kita. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar