Senin, 10 Februari 2025

MEMELIHARA KESETIAAN

 Bahan Bacaan: Yosua 22: 1-9


Mendengar kata hadiah setidaknya tanggapan kita lebih cepat ketika mendengar kata tanggung jawab. kata hadiah menarik perhatian, namun ketika mendengar kata tanggung jawab, mungkin kita akan mengerut dahi kita. Secara alamiah, kita menyukai penghargaan dan sering kali meremehkan yang namanya tanggung jawab.

Bacaan kita mengungkapkan bagaimana Yosua berbicara, ia berbicara dengan jujur ​​dan sebagai seorang nabi Allah. Ia memuji suku Ruben, suku Gad, dan setengah suku Manasye. Kita tentu ingat bahwa suku-suku ini diberi jatah tanah di sisi timur Sungai Yordan. Namun, mereka tidak langsung menetap di sana. Mereka membantu suku-suku Israel yang tersisa dengan terus berperang melawan orang Kanaan. Atas hal ini, mereka patut dipuji. Mereka tidak meninggalkan saudara-saudara mereka, tetapi bertempur berdampingan dengan mereka. Lalu berkatalah Yosua bahwa mereka telah melakukan segala yang diperintahkan Musa, dan telah mendengarkan firman Allah dalam segala yang diperintahkan kepadanya. Pujian terhadap suku-suku tersebut tentu saja mencakup tindakan mereka dalam pertempuran militer. Namun, pujian itu juga lebih luas dari itu dengan mengatakan bahwa mereka telah menaati semua perintah Yosua, dan yang lebih penting lagi, mereka telah berhati-hati dalam memelihara tugas dari Tuhan Allah. Meskipun jelas bahwa mereka dipuji karena mereka menaati perintah Tuhan, namun penyebab sebenarnya mereka dipuji, adalah apa yang ada di balik mereka, dan itu tidak lain adalah iman. Perbuatan mereka adalah hasil dari iman. Jadi, meskipun perbuatan mereka dipuji, yang harus dipahami adalah bahwa pada akhirnya iman merekalah yang sebenarnya dipuji. Mereka percaya kepada Tuhan melalui peperangan selama bertahun-tahun bahwa suatu hari mereka akan kembali ke tanah yang telah diberikan kepada mereka.

Pada akhirnya, menarik untuk dikaji selanjutnya, bahwa sebenarnya bagi seorang yang beriman Kristus, hadiah itu adalah iman dan iman itu adalah mengenal Tuhan. Oleh karena itu, hadiahnya adalah mengenal Tuhan kita sendiri. Dia adalah hadiah iman kita. Itulah sebabnya hadiahnya ada disini dan sekarang serta selamanya. Dan inilah hadiah terbesar yang ada, yaitu mengenal Tuhan dan bersatu denganNya. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, bahwa kita memiliki pikiran Kristus. Kita mengetahui sebagian dari apa yang Dia ketahui. Kita terhubung dengan Tuhan dalam pengetahuan dan iman. Demikian juga tentang tanggung jawab, mari kita cermati dari suku-suku yang diberi hadiah, mereka tetap didorong untuk tetap kuat di dalam Tuhan. Mereka telah memenangkan peperangan, tetapi mereka tidak boleh lengah dalam ketaatan mereka kepada Tuhan. Yosua menyuruh mereka pulang ke rumah mereka di sebelah timur Sungai Yordan dan berpesan bahwa mereka harus sungguh-sungguh melakukan perintah dan hukum yang diperintahkan kepadanya oleh Musa, yakni mengasihi Allah, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, berpegang pada perintah-perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa. Hal tersebut dilakukan bukan untuk meraih hadiah atau meneruskan mendapatkan hadiah yang berupa tanahnya, tetapi untuk menunjukkan keimanan mereka terhadap apa yang sudah mendatangkan pahala bagi mereka. Jadi kita diselamatkan oleh iman, tetapi diberi tanggung jawab untuk mengamalkan iman itu. ini adalah tanggung jawab kita.  Tuhan memberkati kita. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar