Bahan Bacaan: Yosua 22: 1-9
Mendengar kata hadiah setidaknya tanggapan kita lebih cepat ketika
mendengar kata tanggung jawab. kata hadiah menarik perhatian, namun ketika
mendengar kata tanggung jawab, mungkin kita akan mengerut dahi kita. Secara
alamiah, kita menyukai penghargaan dan sering kali meremehkan yang namanya tanggung
jawab.
Bacaan kita mengungkapkan bagaimana Yosua berbicara, ia berbicara
dengan jujur dan sebagai seorang nabi Allah. Ia memuji suku Ruben, suku Gad,
dan setengah suku Manasye. Kita tentu ingat bahwa suku-suku ini diberi jatah
tanah di sisi timur Sungai Yordan. Namun, mereka tidak langsung menetap di
sana. Mereka membantu suku-suku Israel yang tersisa dengan terus berperang
melawan orang Kanaan. Atas hal ini, mereka patut dipuji. Mereka tidak
meninggalkan saudara-saudara mereka, tetapi bertempur berdampingan dengan
mereka. Lalu berkatalah Yosua bahwa mereka telah melakukan segala yang diperintahkan
Musa, dan telah mendengarkan firman Allah dalam segala yang diperintahkan
kepadanya. Pujian terhadap suku-suku tersebut tentu saja mencakup tindakan
mereka dalam pertempuran militer. Namun, pujian itu juga lebih luas dari itu
dengan mengatakan bahwa mereka telah menaati semua perintah Yosua, dan yang
lebih penting lagi, mereka telah berhati-hati dalam memelihara tugas dari Tuhan
Allah. Meskipun jelas bahwa mereka dipuji karena mereka menaati perintah Tuhan,
namun penyebab sebenarnya mereka dipuji, adalah apa yang ada di balik mereka, dan
itu tidak lain adalah iman. Perbuatan mereka adalah hasil dari iman. Jadi,
meskipun perbuatan mereka dipuji, yang harus dipahami adalah bahwa pada
akhirnya iman merekalah yang sebenarnya dipuji. Mereka percaya kepada Tuhan
melalui peperangan selama bertahun-tahun bahwa suatu hari mereka akan kembali
ke tanah yang telah diberikan kepada mereka.
Pada akhirnya, menarik untuk dikaji selanjutnya, bahwa sebenarnya
bagi seorang yang beriman Kristus, hadiah itu adalah iman dan iman itu adalah
mengenal Tuhan. Oleh karena itu, hadiahnya adalah mengenal Tuhan kita sendiri.
Dia adalah hadiah iman kita. Itulah sebabnya hadiahnya ada disini dan sekarang
serta selamanya. Dan inilah hadiah terbesar yang ada, yaitu mengenal Tuhan dan bersatu
denganNya. Seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, bahwa kita memiliki pikiran
Kristus. Kita mengetahui sebagian dari apa yang Dia ketahui. Kita terhubung
dengan Tuhan dalam pengetahuan dan iman. Demikian juga tentang tanggung jawab,
mari kita cermati dari suku-suku yang diberi hadiah, mereka tetap didorong
untuk tetap kuat di dalam Tuhan. Mereka telah memenangkan peperangan, tetapi
mereka tidak boleh lengah dalam ketaatan mereka kepada Tuhan. Yosua menyuruh
mereka pulang ke rumah mereka di sebelah timur Sungai Yordan dan berpesan bahwa
mereka harus sungguh-sungguh melakukan perintah dan hukum yang diperintahkan
kepadanya oleh Musa, yakni mengasihi Allah, hidup menurut segala jalan yang
ditunjukkan-Nya, berpegang pada perintah-perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan
beribadah kepada-Nya dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa. Hal tersebut
dilakukan bukan untuk meraih hadiah atau meneruskan mendapatkan hadiah yang
berupa tanahnya, tetapi untuk menunjukkan keimanan mereka terhadap apa yang
sudah mendatangkan pahala bagi mereka. Jadi kita diselamatkan oleh iman, tetapi
diberi tanggung jawab untuk mengamalkan iman itu. ini adalah tanggung jawab kita.
Tuhan memberkati kita. Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar