Senin, 10 Februari 2025

PENYERTAAN TUHAN

 Bahan Bacaan: Hakim-hakim 6: 1-10

Tidaklah sedikit orang-orang yang terpanggil mengikut Tuhan yang akhirnya terjebak dalam rasa kecewa. Sebab setelah mengikut Tuhan dalam waktu yang cukup lama, masih saja mereka merasakan kesusahan dalam perjalanan hidupnya. Masih banyak beragam persoalan yang harus dihadapinya. Mereka merasa heran, dalam hati mereka mengira bahwa ketika memutuskan untuk mengikut Tuhan, itu berarti  bahwa kehidupan akan senantiasa disertai oleh Tuhan. Dalam hati mereka juga selalu muncul pertanyaan bahwa mengapa semua kesusahan atau penderitaan masih juga menimpanya.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Israel, pernah mengalami keterpurukan selama tujuh tahun, terutama saat mereka dijajah oleh bangsa Midian. Bangsa Israel benar-benar menjadi sangat miskin oleh perbuatan orang Midian itu. Hal tersebut dikarenakan bangsa Israel memberontak kepada Tuhan,  mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, itulah sebabnya Tuhan mengijinkan penderitaan terjadi atas bangsa Israel. Gideon menuturkan pernyataan serupa. Ia merasa heran mengapa bangsa Israel, yang adalah bangsa yang dikatakan selalu disertai oleh Tuhan, dibiarkan dijajah oleh bangsa Midian. Begitu perkasanya bangsa Midian sehingga bangsa Israel mengalami ketakutan yang luar biasa, hingga mereka harus bersembunyi di gua-gua dan kubu-kubu.  Meski demikian, ketika mereka berseru-seru kepada Tuhan, Ia pun tetap mengindahkannya dan memberikan pertolongan. Lalu Tuhan mengutus Gideon, yang sedang mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur, karena ia juga sangat ketakutan terhadap bangsa Midian dan Amalek, untuk pergi memerangi orang Midian, sebab padanya ada kekuatan untuk mengalahkan mereka. Secara manusia Gideon bukanlah orang yang gagah berani.  Ia juga seorang yang penakut dan tidak punya kemampuan yang bisa diandalkan. Dari sudut pandang manusia, Gideon bukanlah orang muda yang gagah berani. Dari latar belakang keluarganya pun Gideon hanyalah berasal dari kelompok terkecil suku Manasye, dan ia pun yang termuda dari antara kaum keluarganya. Tetapi pilihan Tuhan tidak pernah salah.

Disertai Tuhan bukan berarti kita tidak lagi mengalami persoalan. Disertai Tuhan berarti kita telah diberi Tuhan kekuatan untuk menghadapi semua persoalan. Penyertaan Tuhan bukan jaminan ketiadaan persoalan. Faktanya, selama kita hidup menumpang di dunia ini, kita masih mengalami aneka ragam persoalan. Penyertaan Tuhan ialah jaminan kemenangan. Aneka ragam persoalan menerpa kehidupan kita, tetapi kita selalu diberi kemampuan mengatasinya. Sebab dalam kehidupan kita ada kekuatan dari Tuhan. Bila hari ini kita mengalami persoalan, jangan tawar hati berkata, Jika Tuhan menyertai, mengapa hal ini menimpaku. Sebaliknya, marilah dengan penuh percaya diri kita pergi memerangi persoalan dengan kekuatan yang sudah Tuhan anugerahkan bagi kita. Kata-kata pergilah dengan kekuatanmu, mengungkap kebenaran yang kerap kita lupakan. Apa pun keadaan kita saat ini, jangan pernah menyerah. Tuhan selalu punya jalan keajaiban. Dia sanggup mengubahkan segala sesuatu, dari keterpurukan menjadi kemenangan.  Apa pun keadaan kita saat ini, jangan pernah menyerah. Tuhan selalu punya jalan keajaiban. Dia sanggup mengubahkan segala sesuatu dari keterpurukan menjadi kemenangan, yang tak mungkin, menjadi mungkin. Tuhan memberkati kita. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar